“KARENA” BUKANLAH SEBUAH JAWABAN KEPADA ANAK

“Karena” bukanlah jawabannya

Pengasuhan merupakan kegiatan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, sehingga harus dilakukan secara terus menerus seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, orang tua sebagai orang tua memegang peranan penting sebagai tempat pertama belajar bagi anak.

Berbagai kendala dapat muncul dalam proses ini, itulah sebabnya orang tua terkadang mengucapkan kata-kata tertentu untuk membuat anak mereka lebih berguna.

Dalam beberapa kasus kata ini membatasi gerak anak, tetapi dalam kasus lain tidak memungkinkan anak untuk melakukan apa pun, yang berarti perlu memikirkan sarana komunikasi yang efektif agar anak tahu bahwa ada sesuatu yang dilarang karena itu dilarang merugikan mereka. Anak-anak kita tentu akan penasaran dengan apa yang normal untuk anak seusia mereka.

Sebagai anak-anak, rasa ingin tahu mereka begitu besar, mereka biasanya ingin tahu apakah ada sesuatu yang berguna bagi mereka atau tidak. Seiring bertambahnya usia, mereka ingin lebih memahami mengapa Anda, sebagai orang tua, menganggap sesuatu penting bagi mereka dan mengapa mereka harus merasakan hal yang sama. Meskipun usia mereka masih muda, sangat penting bahwa ketika anak Anda menetapkan aturan dan harapan di rumah Anda, mereka memahami bahwa tidak ada ruang untuk mempertanyakan aturan yang telah Anda tetapkan dan konsekuensi dari melanggarnya.

Anak kecil belum sepenuhnya mengerti mengapa hal ini penting bagi mereka atau tidak, misalnya ketika anak bermain dengan temannya, orang tua memutuskan untuk kembali ke rumah temannya pada waktu tertentu, atau karena tidak memiliki izin untuk bermain. Sepak bola di rumah. Tapi mereka hanya ingin melakukan yang terbaik untuk orang tua mereka dan membuat mereka bangga dan bahagia. Ketika anak-anak bertanya “Mengapa?” atau “Mengapa tidak?” Ketika anak-anak diberi tahu bahwa mereka tidak bisa bermain dengan sesuatu atau seseorang, atau mengapa mereka harus mengikuti aturan yang Anda buat, jelaskan saja kepada mereka, “Karena saya suka ketika Anda mematuhi aturan rumah dan melakukan apa yang Anda lakukan. Saya pikir” ungkapan karena saya mengatakannya “dapat menyebabkan kebingungan frustrasi pada anak-anak.

Seiring bertambahnya usia anak-anak dan remaja, mereka mungkin membutuhkan lebih banyak penjelasan tentang Anda. Ketika Anda bertanya “mengapa?” atau “Mengapa tidak?” Apa yang dapat dilakukan adalah menyatakan alasan Anda dengan jelas dan singkat. Misalnya: “Saya ingin Anda pulang jam 10 malam karena kita harus pergi ke dokter gigi untuk check-up di pagi hari dan kita tidak boleh terlambat.” Ini juga merupakan kesempatan besar bagi Anda untuk meninjau konsekuensi dari melanggar aturan. “Jika kamu pulang setelah jam 10 malam, kamu tidak akan diizinkan pergi ke rumah temanmu selama seminggu.” Konsisten, tegas, dan jelas.

Tetapkan aturan yang jelas dan hindari kata “karena” agar anak bisa mengerti mengapa aturan itu diberikan. Pada tahap awal, aturan dapat ditolak, tetapi jika orang tua mampu melakukannya secara konsisten, maka secara bertahap anak akan memahami maksud dan tujuan penerapan aturan.

Hal terpenting dalam menerapkan aturan bukanlah untuk membendung atau membatasi keterikatan anak, melainkan bentuk pengasuhan anak yang disiplin agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di masa depan. Komunikasikan aturan atau alasan untuk tidak menggunakan kata “karena”.

Meskipun anak Anda mungkin bertanya kepada Anda mengapa dia membuat aturan, hal itu juga menunjukkan pertumbuhannya sebagai pemikir individu dan sebagai bentuk kedewasaan. Kemarahan orang tua terhadap anak bukanlah solusi yang baik. Jadi cobalah untuk tidak marah atau frustrasi ketika ini terjadi; Mereka menyadari bahwa inilah cara mereka memahami dunia di sekitar mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *